Berapa Lama Rasa Sakit Setelah Malam Pertama? Ini Jawabannya

Posted on

Pesta pernikahan disusul malam pertama adalah upacara merayakan permulaan kebahagiaan bagi pengantin baru. Meskipun momen itu memberikan kesenangan yang monumental bagi sebagian pasangan, namun sering juga mendatangkan malapetaka bagi sebagian yang lain, terutama pengantin wanita. Banyak sekali yang meyakini jika malam pertama bagi wanita itu harus dilalui dengan rasa sakit di daerah organ intim karena penetrasi pihak pria. Benarkah demikian? Jika iya, berapa lama rasa sakit setelah malam pertama akan dialami?

image by https://www.obatolesherbal.com

1. Memahami Keperawanan

Malam pertama adalah momen di mana mempelai wanita akan kehilangan keperawanannya. Definisi perawan berarti mempelai wanita belum pernah melakukan hubungan intim sekalipun. Dan saat malam pertama tiba, ketika mulai berhubungan intim dengan suami maka saat itu biasanya selaput dara akan robek. Robeknya selaput dara yang dalam dunia medis disebut hymen ini bagi sebagian wanita memang ada yang merasa kesakitan dan berdarah namun bagi sebagian lain tidak. Selaput dara yang dimiliki wanita adalah semacam membran yang menutupi mulut vagina, namun memiliki lubang di tengahnya untuk keluarnya darah haid. Namun selaput dara kebanyakan bukanlah sepotong jaringan datar yang menutupi secara penuh lubang vagina, seperti klaim mitos. Biasanya jaringan ini longgar dan tidak sepenuhnya utuh dan hanya sepotong jaringan yang menggantung di sekitar vagina.

Tergantung pada ukurannya, selaput dara dapat robek selama melakukan hubungan intim penetratif, olahraga, atau beberapa aktivitas fisik lainnya. Selaput dara sebagaimana jari atau telinga, itu hanyalah bagian tubuh. Itu tidak menentukan apakah wanita masih perawan atau tidak. Plus, tidak semua wanita terlahir dengan selaput dara, dan jika memang demikian itu mungkin merupakan bagian kecil dari jaringan.

Tubuh wanita tidak berubah setelah melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya atau kedua, atau ketiga, atau kelima puluh kali pun. Namun, wanita akan mengalami reaksi fisiologis tertentu yang berhubungan dengan gairah seksual. Ini mungkin termasuk: vulva bengkak, napas memburu, berkeringat, dan kulit memerah. Respon yang berhubungan dengan gairah tersebut hanya sementara. Tubuh wanita tidak berubah sebab hanya merespon stimulus saja.

Setelah selesai melakukan hubungan intim, tubuh wanita perlahan-lahan akan kembali ke keadaan normalnya. Tidak mungkin orang lain tahu bahwa wanita sudah tidak lagi perawan. Satu-satunya cara mereka akan tahu adalah jika yang bersangkutan memutuskan untuk memberi tahu. Setiap orang mengalami hubungan ranjang yang berbeda-beda. Dan wanita pun tidak boleh berharap untuk pertama kalinya akan menjadi seperti apa yang dilihatnya di film. Adegan intim dalam film dan televisi tidak terjadi dalam satu pengambilan, aktor sering harus beradegan ulang.

Para sutradara mensyuting kembali bagian-bagian tertentu sehingga adegan terlihat bagus di depan kamera. Ini berarti bahwa apa yang Anda lihat di layar perak biasanya bukanlah gambaran realistis berhubungan intim. Benar-benar normal untuk merasa tidak nyaman saat pertama kali mempelai wanita berhubungan badan. Gesekan bisa terjadi dengan penetrasi, dan itu bisa menyebabkan ketidaknyamanan dan mungkin juga rasa sakit.

Jika melakukan hubungan intim memang menyakitkan, itu bisa disebabkan oleh kurangnya lubrikasi, atau mungkin kondisi medis, seperti endometriosis. Untuk sebab terakhir tersebut, rasa sakit setelah malam pertama bisa berlangsung berlarut-larut. Karena itu wanita harus menemui dokter jika mengalami rasa sakit setiap kali berhubungan intim. Dokter yang dapat menilai gejalanya dan membantu mengobati semua kondisi yang mendasarinya.

2. Bagaimana Agar Tak Sakit

Secara alami, tubuh wanita akan memproduksi lubrikasi atau menjadi “basah” – secara alami. Namun terkadang, tidak ada cukup lubrikasi vagina untuk mengurangi gesekan saat penetrasi. Menggunakan pelumas dapat membantu membuat hubungan intim lebih nyaman bagi wanita dengan meminimalkan iritasi. Dan mungkin ada pendarahan ringan saat pertama kali wanita berhubungan intim, dan itu adalah normal. Wanita mungkin mengalami pendarahan kecil jika selaput dara memang dengan konstruksi membentang selama penetrasi.

Dalam setiap berhubungan intim, selalu ada kemungkinan wanita akan terbuahi dan hamil. Tak ada hubungan antara rasa sakit atau mengeluarkan darah dengan hamil tidaknya wanita. Orgasme pun tidak selalu merupakan jaminan, dan ada kemungkinan mempelai wanita tidak dapat mencapai klimaks pada saat pertama kali berhubungan intim di malam pertama. Itu bisa terjadi karena sejumlah alasan, termasuk tingkat kenyamanan dan kondisi medis. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa 11 hingga 41 persen orang dengan vagina mengalami kesulitan mencapai orgasme dengan pasangan.

Pihak mempelai pria biasanya akan mencapai klimaks lebih cepat dari yang diharapkan saat berhubungan badan. Studi menunjukkan bahwa ejakulasi dini dapat terjadi kepada 1 dari 3 orang pria. Karena itu bagi pihak pria jika mengalami orgasme dengan cepat setiap kali berhubungan intim, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter mungkin dapat meresepkan obat atau merekomendasikan terapi lain. Sebagian pria pun ada yang tidak mengalami orgasme saat pertama kali berhubungan intim, bahkan jika mereka mengalami ejakulasi.

3. Merasa Nyaman Adalah Kuncinya

Bagi mempelai wanita, mereka cenderung untuk mencapai orgasme saat merasa nyaman dengan tubuh, pasangan, dan pengalaman intim secara keseluruhan. Ketika mempelai merasa nyaman maka ia menjadi lebih mudah menerima rangsangan sek sual. Pada gilirannya, wanita lebih mungkin merasakan sensasi yang menyenangkan di seluruh tubuhnya.

Dan sepanjang berlangsungnya hubungan intim, perasaan itu bisa membangun menjadi orgasme. Orgasme adalah hal yang luar biasa! Orgasme akan menyebabkan gelombang kenikmatan di seluruh tubuh yang membuat mereka merasa sangat nyaman. Tetapi mengalami orgasme tidak selalu menjadi puncak keintiman. Yang paling penting adalah bahwa kedua mempelai merasa nyaman dan setara dengan pengalaman yang dialami.

Jangan mengabaikan keinginan sendiri. Jika mempelai wanita atau pria memiliki keinginan dan kemauan tertentu, pastikan untuk memberi tahu pasangan. Penting untuk terbuka dan jujur tentang apa yang diinginkan terjadi saat pertama kali berhubungan intim sehingga pengalaman adalah yang terbaik yang dapat terjadi. Pihak wanita pun sebaiknya tak terlalu memikirkan berapa lama rasa sakit setelah malam pertama sebab hanya akan membuat cemas dan menghilangkan puncak kenikmatan yang akan diraih.

Salah satu kiat lain dalam menghilangkan ketakutan untuk bercinta yaitu dengan menata mood. Wanita dan juga pria bisa menambahkan beberapa item misalnya nyala lilin untuk membuat suasana romantis dan juga taburan mawar agar kamar pengantin harum yang akan membuat hati tentram.Mempelai wanita harus lebih dulu mengerti jika bercinta dengan suami adalah hal terbaik sehingga bisa terus terhubung ke tingkatan yang lebih intens dan intim. Berhubungan badan pun menandakan jika komunikasi dengan pasangan sudah terjalin dengan sempurna.

Mempelai wanita dan pasangan pun dapat lebih mengenal satu sama lain. Bila wanita memusatkan atensi di kekurangan dan masih susah menerima diri sendiri apa adanya maka itu malah akan merugikan. Guna menghilangkan atau setidaknya mengurangi ketakutan ketika berhubungan badan, usahakan untuk lebih berfokus pada bagaimana membawa diri di hadapan suami. Dan yang terutama yaitu komunikasi emosional yang sudah dijalin dengan mesra berdua.

 

 

Loading...