10 Bahaya Riba Terhadap Diri Sendiri Dalam Dunia Dan Akherat

Posted on

Semua yang kita miliki di dunia ini hanyalah titipan dan pemberian dari Alloh SWT. Salah satu pemberianNya yaitu harta kekayaa. Kekayaan manusia seluruhnya adalah pemeberian dari Alloh SWT. Kekayaan itu merupakan rezeki yang diberikan oleh Alloh untuk hambaNya. Atas rezeki yang telah diberikan tersebut seharusnya bersyukur. Akan tetapi, tidak semua manusia mensyukuri atas apa yang telah diberikan oleh Alloh SWT tersebut.

Tidak sedikit manusia yang merasa kurang dengan apa yang telah diperolehnya. Sehingga tidak sedikit pula manusia yang berbuat curang dalam kehidupannya. Salah satunya ialah mencari rezeki dengan cara yang tidak halal, sebagai contohnya ialah melalui riba.Apa itu riba? Riba merupakan bahasa Arab yang berarti tambahan. Jika diartikan secara ilmu Islam, Riba adalah memberikan tambahan atau penundaan secara khusus terhadap hal-hal yang dilarang oleh syariat.

Bahaya Riba Terhadap Diri Sendiri Dalam Dunia Dan Akherat - 3

Sebagai contoh ialah penambahan nilai uang dalam urusan peminjaman uang, perbedaan harga antara pembayaran kontan dan kredit dan lain sebagainya. Memanglah benar dengan riba akan mendatangkan lebih besar nominal keuangan anda. Akan tetapi, di dalam islam riba itu jelas diharamkan oleh Alloh SWT. Selain itu, anda perlu mewaspadai terhadap 10 bahaya riba terhadap diri sendiri dalam dunia dan akherat. Begitu banyak ancaman bagi pelaku riba yang telah diterangkan dalam Alquran dan Alhadis.

Apa sajakah ancaman tersebut? Berikut kita simak agar terhindar dari Riba dan sekutunya.

1. Hilang kebarokahan harta 

Di dalam Quran Surat Al Baqarah ayat 276 dijelaskan dalam potongan ayatnya yang berarti “Alloh memusnahkan Riba dan menyuburkan sedekah”. Dari penggalan ayat ini sudah bisa disimpulkan bahwa kekayaan yang berasal dari riba akan dimusnahkan oleh Alloh. Sedangkan sedekah akan disuburkan oleh Alloh. Sebarapapun banyak harta yang dimiliki atas hasil riba, maka harta tersebut hilang keberkahannya, tidak ada manfaatnya. Sebaliknya, harta yang disedakahkan akan terasa keberkahannya. Walaupun kelihatannya harta tersebut berkurang, akan tetapi kita tidak pernah merasa kekurangan. Subhanalloh.

2. Mendapatkan siksaan yang pedih dan mengerikan 

Orang pelaku riba akan disiksa dengan siksaan berupa berenang di sungai darah yang menginginkan keluar dari sungai tapi tidak bisa keluar dikarenakan ketika akan keluar sungai maka dilemparti dengan batu besar tepat pada mulutnya. Cerita tentang siksaan bagi pelaku riba ini diterangkan dalam salah satu hadis Rosulalloh SAW.

3. Ketika hari kiamat akan dibangkitkan dalam keadaan gila 

Bahaya riba memang mempunyai dampak di alam dunia, alam kubur, hari kiamat dan alam akherat. Pada saat kiamat tiba, Alloh akan membangkitkan seluruh makhlukNya untuk mempertanggung jawabkan seluruh perbuatannya. Bagi orang yang pernah bergelut dengan riba dan belum tobat akan mendapat ancaman dibangkitkan dari kubur dalam keadaan gila. Ancaman ini diterangkan dalam Quran Surat Al Baqarah ayat 275.

4. Tidak diterima sedekah, infaq dan zakat dari harta riba 

Dalam hadis Riwayat Muslim dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda “wahai manusia, sesungguhnya Alloh itu Maha Baik dan tidak akan menerima sesuatu kecuali yang baik”. Dari hadits tersebut tersirat makna bahwa riba merupakan perbuatan kotor dan apapun bentuknya untuk sedekah, infaq dan zakat itu tidak akan diterima.

5. Api neraka lebih berhak bagi badan pemakan riba 

Dijelaskan di dalam Hadis Riwayat At-Tirmidzi bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda pada Ka’ab Bin ‘Ujroh RA yang isinya “wahai Ka’ab bin Ujroh, sesungguhnya daging pada badan yang tumbuh atas dasar barang haram maka nerakalah yang berhak atasnya.” Bagi pelaku riba sudah mendapat jaminan untuk menempati neraka. Na’udzubillahimindzalik.

6. Pelaku riba dilaknat oleh Alloh dan Rosul-Nya 

Hadis Riwayat Shohih Muslim menjelaskan bahwa Nabi melaknat orang yang memakan riba, pemberi makan riba, kedua saksinya beserta penulisnya. Riba membawa dampak yang buruk bagi siapa saja yang ikut ampur di dalamnya. Bahkan hanya pencatat saja ikut dilaknat.

7. Menjadikan hati keras 

Ketika sudah terjun dalam dunia riba maka semuanya dirasa baik-baik saja. Padahal semuaitu merupakan siksaan dari Alloh. Alloh menutup hati pelaku riba sehingga merasa biasa saja. Dijelaskan dalam Quran Surat Al-Muthaffifiin ayat 14 yang artinya “sekali-kali tidak(seperti itu), bahkan noda hitam tersebut menutupi atas hati mereka atas perbuatan yang mereka kerjakan”.

8. Termasuk dosa besar 

Diriwayatkan dalam Hadis Riwayat Al Hakim dan Albaihaqi “Riba itu terdapat 73 pintu dosa, diantara 73 pintu dosa tersebut yang paling ringan ialah seperti menzinai ibu kandungnya sendiri”. Anda tahu bukan betapa terkutuknya anak yang menzinai ibunya sendiri. Itu merupakan dosa yang ringan dalam riba. Betapa besar dosa riba yang lainnya.

9. Lebih buruk dari perbuatan zina 

Dalam hadis Riwayat Ahmad dan Albaihaqi dijelaskan bahwa satu dirham yang dikonsumsi oleh seseorang atas hasil riba dan dia tahu bahwa itu hasil riba maka dosanya itu lebih besar dibanding dengan melakukan perbuatan zina 36 kali”. Sungguh sangat besar dosa orang yang berbuat riba. Hadis ini bukan berarti lebih baik melakukan zina saja.

10. Doanya tidak mustajabah 

Ada sebuah cerita dalam hadis yang diriwayatkan oleh Shohih Muslim. Isi ceritanya bahwa ada seseorang yang sedang melakukan perjalanan jauh, kemudian dalam perjalanannya dia berhenti dan berdoa dengan menengadahkan kedua tangannya ke langit dan berdoa “wahai Tuhanku..2x” sedangkan apa yang dimakan ialah barang haram, minumannya juga haram pakaiannya yang dikenakan juga haram, dan dia dikenyangkan juga dengan barang haram, lantas bagaimana mungkin doanya dikabulkan (oleh Alloh).

Para saudara Islam yang dimulyakan oleh Alloh SWT, seberapapun besar hasil yang diterima oleh hasil riba itu tidak akan pernah membawa keberkahan dan kebahagiaan. Hidup dalam kesederhanaan dan selalu bisa beryukur itu jauh lebih baik dan bahagia dibanding banyak harta dari hasil riba. Mengingat penjelasan di atas tentang 10 bahaya riba terhadap diri sendiri dalam dunia dan akherat.

Terkadang himpitan ekonomi menjadikan seseorang bertindak gegabah dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang yang banyak. Perlu anda ketahui, riba itu banyak macamnya termasuk riba dalam peminjaman, riba dalam hutang dan riba dalam gadaian. Selain itu riba yang lain juga banyak jenisnya. Contoh yang sering kita jumpai ialah ketika mendekati hari raya Idul Fitri banyak orang di pinggir jalan raya menyediakan jasa penukaran uang baru.

Penukaran tersebut tidak dikatakan riba apabila jumlah uang yang ditukarkan dan hasil penukarannya sama. Yang menjadikan riba ialah nominal yang ditukar dan hasil penukarannya tidak sama dengan dalih ongkos jasa. Meskipun si penukar uang tersebut sepakat dan rela atas penukaran tersebut.Yang terpenting ialah menambah wawasan tentang dunia riba agr kita senatiasa bisa beribadah dengan baik dan jauh dari riba dan ancaman riba. Wallohua’lam Bishowaab”.