Arti Istighfar dan Taubat Dalam Bahasa Indonesia Serta Perbedaannya

Posted on

Istighfar dan taubat adalah dua kata yang pastinya sudah tidak asing di telinga seorang Muslim. Makna dari keduanya memiliki hubungan tersendiri. Walau begitu, tetap ada perbedaan di antara kedua istilah ini. Berikut akan dipaparkan mulai dari pengertian hingga perbedaannya secara lengkap. Sebelum menuju perbedaan antara istighfar serta taubat, kita simak dulu makna dari kedua istilah tersebut.

Makna Istighfar dan Taubat

Istighfar seringkali diterjemahkan sebagai memohon ampunan. Sedangkan kata maghfirah sendiri memiliki arti ampunan. Dalam Bahasa Arab, istilah mighfar merupakan alat agar dapat menjaga kepala dari resiko kecelakaan. Maka, maghfirah dapat diartikan sebagai menjaga diri dari keburukan sebagai akibat dari dosa yang dilakukan. Sementara taubat sendiri artinya adalah kembali.

Makna dari kembali yang dimaksud adalah kembalinya seorang anak yang menawal orangtua, kemudian kabur dari rumah dan akhirnya ia kembali lagi serta mengkui kesalahannya. Maka orangtua akan menyambut secara sukacita. Dalam salah satu hadits, Allah akan merasa gembira saat menyambut seorang hamba yang bertaubat, melebihi rasa gembira dari seseorang yang menemukan untanya yang hilang.

Arti Istighfar dan Taubat Dalam Bahasa Indonesia Serta Perbedaannya

Menurut Ibu Katsir, taubat adalah kembalinya jiwa seseorang yang asli menuju fitrahnya. Dengan begini, maka keburuhan yang dilakukan juga akan hilang. Sedangkan Yusuf Qardhawi mengungkapkan bahwa manusia terbuat dari unsur materi atau jasmani serta ruh atau ruhani. Saat manusia telah melakukan taubat pada Rabbnya, maka ruh tersebut akan mengalahkan sisi materinya.

Inilah yang membuat manusia layak untuk menjadi objek sujud dari malaikat. Namun saat manusia melakukan dosa ataupun maksiat, maka posisinya akan terbalik di mana unsur tanah atau materi lebih dominan pada dirinya. Kondisi asal manusia sendiri adalah unsur ruh yang dominan. Dengan melakukan taubat, maka manusia akan kembali pada kondisi asal.

Dalam ayat yang lain, Allah mengibaratkan kondisi seorang manusia seperti buah Tiin yang tumbuh di Palestina dan karakteristiknya adalah apabila tercuil sedikit maka akan busuk seluruhnya. Layaknya buah Tiin, manusia telah diciptakan secara sebaik-baiknya atau ahsani taqwiim. Saat makhluk paling mulia ini berbuat dosa, maka seketika itu pula manusia akan menjadi makhluk yang paling rendah.

Dengan bertaubat, maka manusia akan kembali pada derajatnya semula, yaitu makhluk yang paling mulia. Inilah mengapa taubat diperlukan oleh semua manusia agar kembali ke fitrahnya masing-masing dan kembali sebagai makhluk paling mulia yang diciptakan oleh Allah.

Perbedaan Istighfar dan Taubat

Jika berbicara mengenai perbedaan taubat dengan istighfar, maka taubat itu sendiri adalah tindak lanjut dari istighfar. Di dalam kitab suci Al Qur’an, kata istighfar akan selalu disebutkan terlebih dahulu dibanding kata taubat. Ini menunjukkan adanya urutan proses. Maka, taubat dapat dikatakan sebagai tindak lanjut dari istighfar karena dilakukan setelah istighfar.

Ulama Yusuf Qardhawi turut mengatakan bahwa dalam taubat juga telah tercakup istighfar. Dalam salah satu hadits turut dikatakan bahwa penyesalan ialah bagian dari taubat. Sementara Hasan Al Bashri mengungkap bahwa taubat adalah menyesali perbuatan dosa pada masa lalu serta berjanji untuk tidak akan mengulanginya lagi di masa depan.

Ulama Islam lain yang menyatakan pendapatnya terkait taubat adalah Muhammad bin Ka’b al Qurazhi. Beliau mengungkap bahwa taubat ialah beristighfar menggunakan lidah, kemudian melepaskannya dari tubuh dan berjanji di dalam hati agar tidak lagi mengulangi perbuatannya tersebut. Seseorang yang bertaubat juga hendaknya meninggalkan teman-teman yang mengajak pada tindakan keburukan.

Dari berbagai penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa istighfar merupakan perkataan lisan berupa permohonan maaf atau ampun kepada Allah dan menjadi langkah awal dari taubat. Sedangkan taubat sendiri adalah keseluruhan rangkaian proses agar dapat mendapat ampunan dari Allah.

Taubat meliputi amalan lisan, otak dan badan

Taubat adalah sebuah proses yang menyeluruh. Mulai dari amalan otak, lisan hingga badan atau fisik.Taubat merupakan penyesalan dari hati, istighfar melalui lisan dan berbuat menggunakan tubuh dalam meninggalkan perbuatan dosa. Selain itu, orang yang bertaubat juga berjanji agar tidak lagi mengerjakan perbuatan dosa itu kembali. Amalan hati akan menimbulkan tekad untuk memohon ampun.

Maka dari itulah akan muncul permohonan ampun yaitu istighfar. Dari hati akan timbul tekad agar segera meninggalkan segala jenis perbuatan dosa serta tidak mengulanginya lagi. Ini juga dapat dikatakan sebagai amalan hati.Kemudian, tekad akan dibulatkan melalui amalan badan yaitu shalat taubat dua rakaat serta menjauhi lingkungan yang dapat memancing kemaksiatan.

Taubat harus diawali dengan ilmu

Taubat harus diawali pengetahuan serta ilmu. Hal ini seperti tersirat dalam Qur’an surat Muhammmad ayat 19. Kalimat yang merujuk pada mempelajari aqidah terlebih dahulu disebut sehingga mendahului perintah dalam melakukan istighfar. Ini artinya, diperlukan pengetahuan dan ilmu yang cukup sebelum melakukan taubat. Pentingnya memiliki pengetahuan cukup sebelum bertaubat ini juga disebutkan dalam Quran Surat Ali Imrah ayat 193.

Ulul Albab membenarkan serta mengimani terlebih dahulu menggunakan aqidah yang benar. Setelah itu barulah seseorang memohon ampun atas dosa-dosanya. Proses taubat akan diawali dengan pemahaman akan seberapa besar dosa dan keburuhan yang dibuat. Pemahaman ini akan menimbulkan penyesalan serta kepedihan dalam hati.

Kesadaran akan taubat diawali dari mendengarkan nasehat

Membangkitkan kesadaran seseorang akan dosa dapat dilakukan dengan menyediakan hati agar dapat mendengarkan nasihat serta kritikan dari orang lain. Seseorang yang mau mendengar nasehat walau dalam sesaat, maka biasanya ia akan sadar akan kesalahannya dan melakukan taubat.

Hindari sifat anti kritik dalam diri kita agar dapat terbuka dalam menerima nasehat orang lain. Bahkan, bisa dibilang bahwa nasehat Allah ada dalam hati tiap Muslim. Ali bin Abi Thalib r.a. turut berkata bahwa siapa saja yang menjadi penasihat yang baik untuk dirinya sendiri, maka Allah akan menjaga orang tersebut dari segala macam bencana.

Keutamaan Taubat

Taubat tentu memiliki beragam keutamaan. Di antaranya adalah sebagai berikut.Dalam hadist riwayat Addarami dikatakan bahwa semua anak Adam pastilah akan membuat kesalahan, dan sebaik-baik dari pembuat kesalahan adalah mereka yang melakukan taubat. Sementara dalam Hadist Riwayat Ahmad disebutkan bahwa Allah menyukai hambanya yang terjerumus dosa kemudian bertaubat.

Masih dalam hadist riwayat Ahmad, disebutkan pula bahwa Allah akan menerima taubat dari hamba-Nya sebelum nyawa sampai di tenggorokan. Dalam hadist riwayat Ad-Dailami, disebutkan bahwa tidak ada sesuatu yang lebih disukai Allah daripadda taubat seorang hamba mukmin.

Taubat juga menjadi wajib bagi mereka yang melakukan kesalahan ataupun berbuat dosa. Namun, taubat tidak hanya wajib bagi yang melakukan kesalahan. Taubat juga menjadi kewajiban seorang Muslim dan haris dilakukan secara rutin, baik saat kita melakukan kesalahan ataupun tidak. Istighfar serta taubat tidak perlu menunggu sampai adanya kesalahan yang diperbuat, karena manusia tidak akan pernah lepas dari dosa.