Arti Haleluya, Syalom dan Hosana Dalam Agama Kristen

Posted on

Dalam Perjanjian Baru banyak mengulas tentang beberapa fakta mengenai sejarah Kristen serta banyaknya kebenaran-kebenaran yang dibuat. Tentunya bagi sebagian besar orang Kristiani tahu bahwa dalam Perjanjian Lama mengulas banyak hal-hal yang cukup berbanding terbalik sehingga dilakukan suatu revisi yang menyatakan kebenaran akan sejarah Tuhan Yesus yang menjadi seseorang yang dihormati dan diagungkan oleh orang Kristen.

Selain itu juga dalam Perjanjian Baru ada banyak bahasa yang disebutkan yang tentunya bahasa-bahasa tersebut memiliki arti tersendiri dan penting untuk semua umat Kristiani. Memang dalam Perjanjian Lama juga banyak terdapat bahasa-bahasa yang disebutkan, namun hal ini sangatlah berbeda dengan apa yang diucapkan di Perjanjian Baru meskipun maknanya sendiri memiliki kesamaan.

Arti Haleluya, Syalom dan Hosana Dalam Agama Kristen

Dalam pembahasan yang akan diangkat yaitu mengenai arti dari bahasa Perjanjian Baru yang dimuat dalam Alkitab, yang mana arti dari kata ini sendiri sebenarnya memiliki makna yang penting yang erat kaitannya dengan persaudaraan, ucapan syukur dan yang lainnya yang tentunya penting untuk dipahami. Selain itu juga akan diulas bagaimana kata tersebut diucapkan dalam hal-hal tertentu yang dalam kehidupan orang Kristiani dalam mengucapkannya.

Arti haleluya, syalom dan hosana dalam agama kristen

Untuk mengenal secara lebih mengenai kata yang diucapkan dalam Perjanjian Baru, berikut ini arti dari kata Haleluya, Syalom dan juga Hosana yang penting bisa disimak :

● Haleluya

Haleluya adalah sebuah kata yang diambil dari bahasa Ibrani yaitu Halle dan Yah yang memiliki arti anak domba Allah yang mengarahkan dombanya yang tersesat. Dan kata Yah ini yang diartikan sebagai Yahwe atau Tuhan Yesus sebagai anak domba Allah. Halleluya juga disebutkan dalam bahasa Yunani yang menyebutkan kata Alleluia yang artinya yaitu Terpujilah Bagi Tuhan Yesus.

Penggunaan bahasa tersebut sering disebutkan oleh umat Kristen dalam melakukan ibadah atau kegiatan lainnya yang bersifat Kristiani. Namun kadangkala penggunaan bahasa tersebut juga digunakan untuk melakukan doa dan juga dijadikan sebagai kidung nyanyian untuk puji-pujian bagi Tuhan. Pada tahun 430 M Bapa Gereja terbesar saat itu yaitu Agustinus menggunakan kata Haleluya sebagai seruan bagi Tuhan Yesus sebagai bentuk ucapan rasa terima kasih bagi orang umat atas berkat yang diberikan Tuhan.

Dalam melakukannya, Bp. Agustinus mengatakan “terpujilah bagi Tuhan”yang juga dilakukan oleh umat lainnya. Untuk kata ini diucapkan saat hari Paskah, Pentakosta dan hari besar umat Kristen lainnya yang diiringi dengan akhiran kata amin hingga 3 kali. Haleluya pada awalnya di gunakan oleh umat Mesir yang mana kata tersebut memiliki makna rasa terima kasih atau ucapan syukur pada guru besarnya yaitu Yehwa atau Tuhan.

Dan dalam mengucapkannya umat Mesir menyerukan “Halle Mesir” yang umumnya kata ini digunakan pada saat hari-hari tertentu saja. Namun karena adanya perubahan dari Perjanjian Lama ke Perjanjian Baru, akhirnya disebutkanlah bahwa penggunaan kata Haleluya digunakan oleh orang Kristen pada saat ibadah.

● Syalom

Syalom atau Shalom merupakan sebuah kata yang berasal dari bahasa Ibrani dan memiliki arti Tak Ada Yang Hilang dan seringkali dijadikan sebagai kata pengganti dari sapaan atau kata selamat tinggal bagi orang Kristiani. Kata Syalom ini juga merujuk pada kata yang berkaitan dengan Tuhan Yesus dan menjadi salah satu keamanan bagi sesama umat Kristiani dalam lingkup satu kepercayaan.

Seringkali kata Syalom dijadikan kata balasan dari panggilan seseorang yang mengatakan halo dan juga kata selamat tinggal. Dalam bahasa Arab sendirikata Syalom juga diartikan sebagai Assalamualaikum yang juga digunakan untuk memanggil seseorang. Dalam agama Kristen sendiri, kata Syalom digunakan pada hari Sabat yang dilakukan oleh umat Kristiani.

Syalom juga digunakan untuk menetahui kabar seseorang yang pada orang Ibrani biasa digunakan oleh kaum laki-laki, namun di Indonesia sendiri dan juga seluruh umat Kristiani di dunia juga menyebut kata ini yang ditujukan bagi kaum wanita dan kaum laki-laki yang memiliki satu keyakinan atau kepercayaan.

Disebutkan pula bahwa kata Shalom yaitu suatu bentuk ungkapan yang biasa di temukan pada ayat penutup bangsa Yahudi dalam melakukan liturgi ibadah dan kata yang biasa digunakan yaitu Oseh Shalom yang artinya yaitu Terpujilah akan tuhan dan juga keagungaannya.

Umat Kristiani saat ini menjadikan kata Shalom sebagai bentuk sapaan, namun juga digunakan untuk suatu kata ucapan selamat jumpa lagi. Dan saat ini kata Syalom menjadi berkembang seiring penggunaan kata yang digunakan untuk beberapa hal seperti peristiwa, nama orang, nama bangunan dan juga yang lainnya.

● Hosana

Kata Hosana dalam Perjanjian Baru merujuk pada kata yang digunakan untuk memuji Tuhan bagi uamt Kristiani. Dalam Alkitab Perjanjian Baur, maka kata tersebut dapat kita temukan pada kitab Matius 21:9 yang menyebutkan “Hosana Untuk Anak Daud dan diberkatilah bagi mereka yang datang dalam nama Tuhan dan Hosana bagi Kamu di tempat yang tinggi”.

Kata Hosana sendiri berasal dari bahasa Ibrani yaitu Hosyi’ah Na yang terdiri dari 2 kata Yasha dan memiliki arti menyelamatkan dan Na memiliki makna suatu permohonan atau doa yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia yaitu Aku Berdoa Bagimu Tuhan Dan Selamatkan Aku Saat Ini.

Pengucapan kalimat ini tertuang dalam kitab Mazmur dan mengatakan Ya Tuhan Berilah Kami Keselamatan atau juga Ya Tuhan Berilah Kami Kemujuran. Namun banyak juga yang memiliki pengertian lain yang bukan lebih kepada meminta tetapi lebih kepada memohon dengan menggunakan kata Hosana sebagai maknsa dari Tuhan Tolong Selamatkan Kami.

Dan kembali lagi pada penggunaan kata tersebut digunakan dalam hal-hal tertentu yang tentunya ini tak sama dengan mengucapkan kata Haleluya dan juga Hosana, karena ini erat kaitannya dalam kehidupan umat Kristiani yang memiliki pengharapan akan Tuhan Yesus.

Pada awalnya kata Hosana ini digunakan untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang masuk ke kota Yerusalem dengan menunggangi keledai. Namun yang ironis adalah dalam Injil Yohanes Pembaptis, Matius dan Markus dikatakan bahwa kata ini juga ditujukan untuk menyerukan orang yang yang sedang disalibkan lima hari kemudian dan itu adalah Tuhan Yesus.

Arti haleluya dalam menurut lainnya

Tiga kata yang diucapkan dalam Perjanjian Baru ini menjadi kata yang tentunya dapat menuntun dan juga setia dalam menemani perjalanan menuju Surga. Dan dengan adanya pemahaman akan bahasa dalam Perjanjian Baru ini memberikan wawasan bagi siapa saja untuk mengetahui sejarah bahasa Perjanjian Baur muncul dan bagaimana mengucapkan kata tersebut untuk diterapkan pada kehidupan sebagai seseorang yang beragama.

Apapun yang menjadi perdebatan atau konflik dari bahas itu sendiri tentunya kembali lagi pada pemahaman yang diajarkan oleh Tuhan dan bagaimana untuk mengambil sisi positif dari bahasa tersebut bersumber dari Alkitab tanpa menggoyahkan iman seseorang atas keyakinan yang dianutnya dan semakin taat akan perintah agama.