7 Penyebab Stres Pada Ibu Rumah Tangga Yang Suami Perlu Ketahui

Posted on

Anggapan masyarakat saat ini bahwa ibu rumah tangga bukanlah suatu pekerjaan yang membanggakan karena ia hanya berada di rumah san hanya mengurus kebutuhan rumah tangga. Anggapan dan pandangan ini akhirnya membuat banyak wanita enggan untuk berada di rumah dan mengurus rumah tangga.

Untuk berbagai pekerjaan rumahnya, akhirnya banyak wanita yang juga mempekerjakan seseorang untuk membantu menyelesaikan pekerjaan.Anggapan seperti ini terus berlarut larut di tengah masyarakat kita hingga kita terbiasa dengan penilaian bahwa ibu rumah tangga bukanlah sebuah pekerjaan yang bermakna tinggi karena tidak mampu menghasilkan tambahan pendapatan.

Sehingga akhirnya pekerjaan menguruss rumah tangga selalu diidentikkan dengan para wanita yang tidak mampu bersekolah dengan jenjang yang tinggi.Namun, mari kita sadari bersama saat ini bahwa anggapan yang berkembang disekitar kita mengenai ibu rumah tangga adalah sebuah anggapan yang tidak benar.

Penyebab ibu rumah tangga mudah stress

Ibu rumah tangga adalah sebuah pekerjaan yang justru lebih sulit dibandingkan dengan pekerjaan lain. Meskipun seorang wanita yang menjadi ibu rumah tangga selalu berada di rumah selama 24 jam, akan tetapi justru inilah yang membuat pekerjaan sebagai ibu rumah tangga menjadi sulit. Bayangkanlah Anda berada di rumah setiap hari dan di dalam rumah pun Anda bukan bersantai santai akan tetapi menyelesaikan segala kebutuhan Anda seperti mencuci, memasak, menyapu, mengurus anak, dan lain sebagainya.

7 Penyebab Stres Pada Ibu Rumah Tangga Yang Penting Untuk Diketahui

Tidak jarang pula seorang wanita yang menjadi ibu rumah tangga akan melakukan berbagai macam pekerjaan tersebut dalam sekali waktu atau bisa disebut dengan multi tasking. Tentu ini bukan menjadi pekerjaan yang mudah meskipun kelihatannya simpel atau sederhana. Maka tak heran bila banyak akhirnya seorang ibu rumah tangga menjadi stress karena berbagai pekerjaannya ini.

Bukan hal yang mustahil bila akhirnya seorang ibu rumah tangga menjadi stress akibat pekerjaan yang menumpuk di dalam rumah. Hingga akhirnya tak sedikit wanita yang mejadi ibu rumah tangga mudah sekali marah hanya gara gara hal sepele. Lalu apa saja sebenarnya yang menjadi penyebab? Berikut ini adalah beberapa sebab seorang ibu rumah tangga bisa mengalami stress:

1. Terlalu banyak tuntutan

Ibu rumah tangga memang kerap kali mendapatkan tuntutan pekerjaan yang sangat banyak. Seperti misalnya dia harus pandai memasak, harus merapikan barang barang keperluan suami dan anak, dan lain lain. Bahkan kini tuntutan bagi ibu rumah tangga makin besar, seperi misalnya harus bisa mengetahui kehidupan anak dengan sosial media, update masalah IPTEK, dan lainnya. Tentu saja tuntutan yang terlalu bayak ini membuat pikiran ibu rumah tangga makin buyar dan juga akhirnya menyebabkan stress.

2. Kebutuhan Me Time

Ibu rumah tangga memang berada di rumah selama 24 jam. Akan tetapi sama sekali dia tidak bisa mendapatkan me time. Beruntunglah bagi Anda terutama suami yang bekerja di kantor. Karena seberat apapun pekerjaan Anda, akan tetapi Anda tetap bisa bersosialisasi dengan yang lain dan juga akan menerima apresiasi atas pekerjaan Anda. Namun tidak dengan ibu rumah tangga. Hingga akhirnya bila ini dibiarkan akan berpengaruh pada anak anak, dimana anak sering menjadi sasaran kemarahan sang ibu rumah tangga. Bahkan banyak pula yang pada titik tertentu menyesali pernikahannya karena dia akhirnya tidak bisa memiliki waktu pribadi ataupun waktu berlibur.

3. Hubungan dengan mertua dan kakak ipar

Ada banyak istri yang merasa tertekan saat berhubungan dengan mertua dan kakak ipar. Hal ini adalah karena sebagai seorang istri tentu dia ingin terlihat sebagai seorang istri dan juga ibu rumah tangga yang baik dalam mengurus rumah tangga. Akan tetapi respon suami yang negatif saat istri bercerita akhirnya membuat istri menjadi frustasi dan tak jarang istri memendamnya sendiri.

4. Masalah keuangan

Masalah ini adalah masalah yang paling sensitif dalam kehidupan berkeluarga. Seorang ibu rumah tangga sudah pasti hanya akan bergantung pada suaminya. Banyak para ibu rumah tangga yang merasa sungkan untuk meminta apalagi bila permintaannya ditolak oleh sang suami. Termasuk untuk alasan membeli keperluan probadinya.

5. Kehidupan sosial

Sebagai seorang ibu rumah tangga justru akan lebih sulit untuk mendapatkan kehidupan sosialnya yang dahulu ketimbang wanita yang bekerja kantoran. Malah kadang kehidupan sosial ibu rumah tangga tidak sebaik hubungan lainnya karena sering kali justru kondisi kehidupan rumah tangganya menjadi bahan pembicaraan.

6. Cara berkomunikasi suami

Secara tidak sadar kadang sebenarnya ada banyak perilaku suami yang makin menambah stres bagi istri, salah satunya adalah cara bicara suami. Terkadang cara penyampaian yang kurang tepat akhirnya membuat istri menjadi tidak nyaman dan frustasi. Belum lagi bila suami mendapatkan masalah di kantor hingga akhirnya istri yang menjadi pelampiasan. Tentu hal ini menambah pikiran sang istri.

7. Pekerjaan Suami

Pekerjaan suami juga mampu memberikan andil timbulnya stress bagi istri. Tidak hanya soal penghasilan, akan tetapi juga jarangnya suami memberikan waktu berkualitas bagi istri akibat bekerja terlalu keras. Maka tak heran bila wanita akhirnya menuntut waktu luang karena alasan ini pasti sudah jelas.

Cara meredam stress

Itulah berbagai penyebab seorang ibu rumah tangga sering kali mengalami stress. Sehingga Anda perlu melakukan berbagai cara agar kehidupan rumah tangga tetap awet. Tentu saja untuk mengatasi hal ini perlu dukungan dan juga andil semua pihak baik dari suami maupun istri untuk tetap saling menjaga komunikasi. Pikiran yang frustasi ini tentu saja tidak akan berbuah baik bila didiamkan secara berlarut larut. Imbas paling dekat ialah pada anak. Dimana anak akan sering mendapatkan kemarahan dari ibu sewaktu waktu tanpa alasan yang jelas ataupun hanya karena masalah yang sepele.

Dampak paling besar dari maslah ini bahkan bisa sampai pada perceraian hanya karena seorang wanita sebagai ibu rumah tangga sudah tidak mampu lagi menerima segala yang terjadi. Frustasi yang ada didalam terlalu banyak bahkan mampu membuat keputusan yang gegabah.

Semua ini juga karena memang seorang wanita tidak mampu mengeluarkan uneg uneg didalam hatinya. Bahkan bersama dengan teman temannya karena adanya ketakutan atau kekhawatiran bahwa urusan rumah tangganya akan menajdi bahan pembiacaraan orang lain. sehingga wanita akan cenderung memendam sendiri apa yang dirasakan.

Yang paling penting lainnya adalah dimana suami memberikan waktu me time bagi istri dan juga memiliki waktu berkualitas bersama. Sehingga suami dan istri akan mempu birkomunikasi dengan baik dari hati ke hati. Biasanya istri akan mengutarakan keinginannya dan juga alasannya dengan jelas saat dia berada dalam kondisi yang merasa aman dan nyaman.

Cobalah bicarakan dengan baik baik seperti misalnya keputusan mengambil pekerjaan diluar kota dan lain sebagainya agar istri tidak makin frustasi akibat keputusan yang diambil sepihak. Selain itu keterlibatan kedua pihak baik istri maupun suami dalam menangani masalah keluarga juga akan mampu meredam rasa frustasi pada istri karena suami juga peduli dengan kondisi rumah tangganya.