7 Ciri Ciri Orang Berbohong Dari Mata dan Gestur Tubuhnya

Posted on

Manusia merupakan makhluk sosial yang selalu berhubungan dengan orang lain dalam menjalankan kehidupannya. Dalam menjalin hubungan dengan orang lain, manusia hendaknya menjaga kepercayaan dengan sesama agar hubungan yang tercipta dapat terjalin dengan baik.

Seperti yang kita ketahui, kebohongan merupakan salah satu hal yang paling dibenci oleh orang lain. Karena terlalu bencinya, ada beberapa pihak yang tidak dapat memaafkan seseorang yang berbohong meskipun kebohongan yang mereka lakukan merupakan kebohongan pertama yang pernah mereka lakukan. Karena itulah, untuk menghindari rasa benci yang disebabkan oleh kebohongan, ada baiknya untuk memahami dengan benar apakah sosok yang sedang berinteraksi dengan kita sedang melakukan kebohongan atau tidak.

Ciri Ciri Orang Berbohong Dari Mata dan Gestur Tubuhnya

Untuk mengetahui apakah mereka melakukan kebohongan atau tidak, perhatikan pancaran mata seseorang yang sedang berinteraksi dengan kita. Untuk mengetahui lebih jauh akan hal tersebut, simak penjelasannya di bawah ini.

Ciri-ciri orang yang berbohong dapat diketahui melalui mata

Kebohongan seseorang sejatinya dapat dilihat dengan jelas melalui mata, gerakan mata dan pandangan matanya. Banyak pakar yang menggunakan mata seseorang untuk mengetahui apakah orang tersebut sedang berbohong atau tidak. Berikut ini merupakan ciri-ciri orang yang berbohong dan dapat dilihat melalui matanya:

1. Menggosok-gosok mata dengan menggunakan jari telunjuk

Mereka yang melakukan kebiasaan menggosok mata dengan menggunakan jari telunjuk secara sadar mereka berkeinginan untuk memutus pandangan dengan Anda. Mereka yang melakukan kebiasaan tersebut dengan sengaja telah menutupi sebuah kebenaran. Dengan kata lain, mereka sedang berbohong kepada lawan bicara.

2. Mata berkedip dengan jangka waktu yang cepat

Mereka yang berkedip dengan waktu yang cukup cepat merupakan pertanda bahwa ia sedang banyak pikiran. Mereka yang melakukan kebiasaan ini akan memilih untuk berkata bohong untuk menghindari stress yang mereka rasakan.

3. Memalingkan pandangan

Mereka yang mengalihkan pandangan secara tegas tidak ingin berinteraksi lama dengan lawan bicaranya. Mereka lebih suka menutupi kebenaran dan lebih memilih untuk berkata bohong. Selain berbohong, mereka yang melakukan hal tersebut secara tidak langsung ingin menutupi hal yang tidak ingin diketahui oleh orang lain.

4. Mata yang melirik kearah kanan atas

Mereka yang memiliki kebiasaan untuk melirik ke arah kanan atas memiliki kecenderungan untuk mengarang. Secara tidak langsung, orang-orang tersebut akan berkata hal-hal bohong untuk mengantisipasi kondisi tertentu.

Mengetahui kebohongan melalui gestur tubuh

Selain mata, gestur tubuh juga dapat dijadikan acuan seseorang untuk mengungkapkan kebohongan. Bahasa tubuh seseorang akan memberikan fakta mengenai kebohongan dan kejujuran seseorang. Jika mata tidak dapat mengungkapkan kebenaran, Bahasa tubuh dapat dijadikan acuan dalam menentukan apakah seseorang sedang berbohong atau tidak. Berikut ini merupakan gestur tubuh seseorang yang sedang berkata bohong kepada orang lain:

1. Mimik wajah

Pipi merona dengan hidung kembang kempis dan disertai dengan gerakan menggigir bibir merupakan petanda kebohongan. Apalagi jika mimik wajah tersebut disertai dengan tarikan napas yang dalam dan mata yang berkedip cepat, dapat dipastikan jika orang tersebut sedang berbohong.

2. Bahasa tubuh

Seseorang yang terlihat meremas tangan sangat berbicara dengan orang lain dan sering terlihat sedang mengelus wajah merupakan tanda jika orang tersebut sedang berbohong. Selain itu, jika seseorang gemar menggerakkan kaki ketika berbicara, dapat dipastikan jika orang tersebut sedang berbohong dan tidak tertarik untuk melakukan kebohongan lebih dalam lagi.

3. Tersenyum

Tersenyum merupakan hal yang lumrah terjadi saat seseorang sedang berinteraksi dengan orang lain. Namun jika seseorang sedang tersenyum dengan berseringai, bisa jadi orang tersebut sedang berbohong akan perkataannya.

Selain itu, orang yang sedang berbohong juga dapat terlihat dari cara ia berbicara. Saat seseorang sedang berbicara, perhatikan bagaiman pola pernapasan yang ia lakukan. Jika tempo pernapasan tidak tepat dapat dipastikan orang tersebut sedang berbicara kebohongan. Mereka yang berbicara terlalu cepat dan terlalu lambat memiliki kesempatan yang amat besar untuk berbohong.

Tidak hanya dilihat dari bagaimana seseorang berbicara saja, kita juga dapat melihat kebohongan seseorang berdasarkan dari seringnya seseorang menyentuh anggota badannya. Saat seseorang sedang berbohong, banyak perubahan dan perbedaan perilaku yang ia lakukan. Perubahan tersebut terjadi demi menutupi kebohongan yang dilakukan. Menyentuh bagian tubuh merupakan salah satu kebiasaan yang sering dilakukan oleh mereka yang sedang berbohong. Bibir, wajah dan bagian leher merupakan beberapa bagian tubuh yang sering kali disentuh saat seseorang sedang berbohong.

Tidak hanya itu, seorang yang mencoba menutupi kebohongannya juga kerap membuang wajah ketika sedang menghadapi pertanyaan yang dilontarkan oleh orang lain. Mengalihkan wajah dapat dikatakan wajar apabila pertanyaan yang ia hadapi merupakan sebuah pertanyaan yang pelik. Jika pertanyaan yang diberikan merupakan pertanyaan yang mudah dan orang tersebut tetap membuang muka, dapat dipastikan jika orang tersebut sedang berbohong.

Saat ia membuang wajah, jawaban yang orang tersebut berikan merupakan jawaban yang abu-abu. Ciri-ciri mereka yang sedang berbohong dapat dilihat pula dari sifat defensive yang muncul secara tiba-tiba. Mereka yang dihadapi dengan sebuah pertanyaan akan merasa dipojokkan. Pada kesempatan inilah sifat defensive tersebut muncul. Ia akan merasa curiga, posesif dan marah kepada pihak yang memberikan pertanyaan. Sifat ini sering kali hadir yang dapat melahirkan suasana yang kurang menyenangkan.

Mereka yang selalu mengalihkan pembicaraan juga memiliki kesempatan besar untuk berbohong. Ada dua kemungkinan yang menyebabkan mereka harus mengalihkan pembicaraan, mereka merasa kurang tertarik dengan bahan pembicaraan atau mencoba menutupi permasalahan dengan berbohong. Selain ciri-ciri mengetahui kebohongan seseorang yang dijelaskan di atas, ada ciri lain yang dapat kita ketahui untuk mengetahui kebohongan seseorang.

Seseorang yang banyak menggunakan kata “tapi dan kecuali” merupakan pihak yang berbohong. Mereka dihadapkan dengan rumitnya permasalahan sehingga sering menggunakan kata-kata tersebut untuk memberikan waktu untuk berpikir. Kesempatan ini mereka gunakan untuk menemukan alasan yang tepat guna menutupi sebuah kebenaran. Ciri-ciri tersebut akan semakin mudah dikenali jika seseorang telah banyak menghadapi orang-orang yang gemar berbohong.

Penjelasan akan ciri-ciri orang yang berbohong berdasarkan tatapan mata dan gestur tubuh ini sebenarnya dapat dijadikan pembelajaran bagi mereka yang sulit menemukan kejujuran di mata orang lain. Penjelasan tersebut nantinya akan memberikan manfaat yang sangat luar biasa bagi mereka yang tidak dapat membedakan orang-orang yang gemar berbohong dengan mereka yang sering berkata jujur.

Karena memiliki manfaat yang sangat luar biasa untuk menilai seseorang akan kejujuran yang ia miliki, penjelasan akan ciri-ciri orang yang berbohong melalui mata dan gestur tubuh harus dipahami dengan baik. Kita dapat lebih mengenai seseorang yang berkata jujur dan layak untuk dijadikan sahabat. Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi bahwa sahabat sejati yang gemar berkata jujur akan sulit untuk ditemui di jaman yang penuh akan sandiwara ini. Untuk itulah, simak dengan baik mengenai ciri-ciri mengetahui kebohongan melalui mata dan gestur tubuh di atas.